Ma’had UNIA Prenduan – Tradisi menjaga hafalan Al-Qur’an terus dirawat dengan ketat di lingkungan Universitas Al-Amien Prenduan (UNIA). Tiga mahasantri yang tergabung dalam program Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz (JQH) UNIA sukses menaklukkan Ujian Terbuka Tasmi’ Al-Qur’an bil-ghaib. Ketiganya berhasil melampaui syarat kelipatan 5 juz untuk bisa melanjutkan hafalan ke tahap berikutnya.
Mekanisme ujian yang digelar di Musala Ma’had UNIA Putri ini tidak main-main dan menguras konsentrasi. Peserta wajib melewati dua tahapan krusial. Tahap pertama, mereka harus menyetorkan hafalan sekali duduk di hadapan dua muhafidzah, Siti Muizzatul Mukaromah dan Qurrota A’yun. Setelah dinyatakan lolos di tahap ini, ujian berlanjut ke sesi uji publik. Peserta diwajibkan melantunkan ayat-ayat suci menggunakan pengeras suara dengan disimak langsung oleh beberapa santri lainnya.
Capaian impresif oleh Putri Nur Aini. Mahasantri semester IV asal Sumenep ini tampil tenang saat membacakan 20 juz (Juz 1-20) pada Jumat (5/12) lalu. Kesuksesan Putri disusul oleh rekan seangkatannya, Mutmainnah mahasantri semester II yang juga berasal dari Sumenep ini tuntas menyetorkan hafalan 10 Juz (Juz 1-10) pada Selasa (23/12).
Puncak prestasi terjadi pada Jumat (2/1) kemarin. Fitama Millah, mahasantri yang baru duduk di semester 2, berhasil membuat decak kagum. Fitama asal Bangkalan ini sukses merampungkan ujian 25 Juz (Juz 1-25) sekali duduk. Capaian Fitama tergolong istimewa mengingat statusnya sebagai mahasiswa baru dengan jadwal perkuliahan yang padat.
Salah satu penyimak, Siti Muizzatul Mukarromah, mengapresiasi ketekunan ketiga mahasantri tersebut. Menurutnya, lulus ujian tasmi’ bil-ghaib di tengah kesibukan akademik bukan perkara mudah.
“Ini adalah ujian mental sekaligus pembuktian kualitas hafalan. Mereka tidak hanya dituntut hafal, tapi juga mutqin (lancar dan kuat). Alhamdulillah, ketiganya mampu membuktikan bahwa kesibukan kuliah bukan penghalang untuk menjaga kalam Ilahi,” ujarnya seusai menyimak hafalan.
Keberhasilan tiga “srikandi” JQH UNIA ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi ratusan mahasantri lainnya di Universitas Al-Amien Prenduan untuk terus memacu kualitas hafalannya.
