
Orang yang tak punya ilmu bukan memperbaiki, tapi merusak.” Begitu tegas Syekh Thariq Ghonnam saat menyampaikan pidato ilmiah dalam Seminar Internasional: Peran Pemuda Muslim dalam Membangun Peradaban Islam, Kamis (19/6) di lantai tiga Gedung Rektorat Universitas Al-Amien Prenduan.
Di hadapan ratusan mahasantri intensif, jajaran majlis kyai, para ustadzah, dan rombongan tamu kehormatan, pendakwah kharismatik asal timur tengah itu menyampaikan pentingnya menjadikan ilmu sebagai senjata utama dalam kehidupan.
“Kalau Anda ingin berubah, maka rubahlah diri sendiri. Ilmu adalah langkah pertama agar seseorang bisa memberi manfaat, bukan malah merusak,” ujarnya. Syekh Thariq menekankan bahwa pondasi utama dalam Islam adalah iman kepada Allah dan Rasul-Nya. Ia juga mengingatkan bahwa setan adalah musuh manusia, dan senjata melawannya hanyalah ilmu.
Mengutip pesan klasik para ulama, Syekh Thariq mengatakan, “’Allimu anfusakum wa ahlikumul khair”—ajarilah dirimu dan keluargamu kebaikan. Ia menambahkan bahwa pemahaman terhadap agama harus diperoleh dari para ulama, bukan sekadar dari mesin pencari. “Belajar itu kepada ulama atau lewat pengajian, bukan dari Google. Masa kalian titipkan anak kalian ke orang asing? Begitu juga dengan ilmu,” sindirnya.
Pemaparannya makin dalam saat menjelaskan konsep ketuhanan dalam Islam. “Allah tidak bisa dibayangkan oleh akal manusia. Dia ada tanpa tempat dan tanpa arah. Allah mengubah, tapi Dia tidak berubah,” jelasnya, mengutip ajaran akidah Islam klasik.
Seminar yang diselenggarakan oleh Universitas Al-Amien Prenduan ini disambut dengan antusias. Para mahasantri tampak semangat mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir. Kesempatan bertemu langsung dengan ulama internasional seperti Syekh Thariq Ghonnam menjadi momen langka dan berharga bagi mereka.
“Alhamdulillah bisa dapat nasihat langsung dari beliau. Penjelasannya menyentuh dan menambah semangat kami untuk terus belajar,” ujar nisabahul jannah salah satu peserta. Dengan gaya pidato yang tegas namun bersahaja, Syekh Thariq menutup dengan doa agar para pemuda Islam menjadi pelita peradaban, bukan penyulut kerusakan. (AJMI)
