PRENDUAN – “Guru merupakan profesi yang paling membahagiakan,” ungkap KH. Dr. Ghozi Mubarok Idris, M.A. Wakil Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, saat memberikan pembekalan Program Amaliyah Tadris Niha’ie di lantai III Rektorat Universitas Al-Amien Prenduan, Rabu (15/10/2025).
Acara yang diselenggarakan oleh Panitia Penanggung Jawab Niha’ie Ma’had Universitas Al-Amien Prenduan ini dihadiri oleh para Musyrif/ah, dan Naib Musyrif/ah, serta para Mahasantri Intensif Niha’ie UNIA Prenduan.
Kegiatan ini menjadi bekal penting bagi Mahasantri Niha’ie yang akan melaksanakan program Amaliyah Tadris. Mereka diharapkan mampu menanamkan nilai keikhlasan dan tanggung jawab dalam proses mengajar di lapangan.
Pembekalan ini menegaskan visi pendidikan Al-Amien bahwa guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pembimbing moral serta pewaris risalah kenabian. KH. Ghozi menambahkan, penting bagi santri menjadi generasi pewaris para nabi, sebab ilmu akan hilang seiring wafatnya para ulama. Oleh karena itu, setiap ilmu yang diperoleh harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
